Langsung ke konten
Cakrawala Bandar Seri Begawan dilihat dari seberang Sungai Brunei

Panduan Wisata Bandar Seri Begawan

Semua yang perlu Anda ketahui sebelum berangkat — termasuk aturan yang tak sepatutnya dipelajari lewat pengalaman pahit.

Brunei Darussalam — “Negeri Kedamaian” — adalah monarki Melayu Islam berpenduduk kurang dari setengah juta jiwa di pesisir utara Borneo, yang di sisi daratnya dikelilingi negara bagian Sarawak, Malaysia. Ibu kotanya, Bandar Seri Begawan, hijau, tertib, aman, dan sangat tenang. Panduan ini menjelaskan latar belakangnya, hal-hal praktis, dan aturan setempat.

Sejarah singkat

Brunei adalah salah satu monarki tertua di dunia yang bertahan tanpa putus. Pada puncak kejayaannya di abad kelima belas dan keenam belas, di bawah Sultan Bolkiah, kekaisaran Brunei konon menguasai sebagian besar pesisir Borneo dan sebagian Filipina selatan. Pengunjung Eropa pada 1521 mendapati istana yang makmur, memerintah dari kota yang dibangun di atas air — Kampong Ayer masa kini.

Berabad-abad kemunduran menyusul. Menjelang akhir abad kesembilan belas kesultanan ini telah kehilangan sebagian besar wilayahnya, dan pada 1888 menjadi protektorat Inggris. Sejak 1906 seorang Residen Inggris menjadi penasihat Sultan, dan kota mulai berpindah dari sungai ke daratan. Segalanya berubah pada 1929, ketika minyak ditemukan di Seria.

Setelah pendudukan Jepang dalam Perang Dunia II, Sultan Omar Ali Saifuddien III memakai pendapatan minyak untuk membangun negara modern, termasuk masjid yang menyandang namanya. Pada 1970 ibu kota, yang sampai saat itu bernama Bandar Brunei, diganti namanya menjadi Bandar Seri Begawan untuk menghormatinya. Kemerdekaan penuh dari Inggris diraih pada 1 Januari 1984 di bawah putranya, Sultan Hassanal Bolkiah, yang masih bertakhta.

Masjid Omar Ali Saifuddien menjulang di belakang rumah panggung Kampong Ayer
Masjid dan kampung air, berdampingan.

Memahami kotanya

KawasanKarakterDatang ke sini untuk
Pusat kota (Pusat Bandar)Kecil, nyaman berjalan kaki, sepi setelah gelapMasjid Omar Ali Saifuddien, tepi sungai, Museum Royal Regalia, Tamu Kianggeh
Kampong AyerKampung panggung di seberang sungaiTitian, Galeri Budaya & Pariwisata, tur perahu
Gadong & KiulapKawasan niaga, paling ramai pada malam hariPasar malam, The Mall, restoran, masjid Jame’ Asr di dekatnya
Kota BatuTepi sungai, bersejarahMuseum Teknologi Melayu dan Museum Maritim, makam kerajaan
JerudongPesisir, lapangThe Empire Brunei, Jerudong Park, pantai
BerakasBandara dan kantor pemerintahPenerbangan pagi, perjalanan bisnis
Masjid Omar Ali Saifuddien dan perahu upacara di lagunanya Pusat kota & sungai

Masjid Omar Ali Saifuddien

Kubah emas di jantung ibu kota

Bangunan paling terkenal di Brunei: masjid putih berkubah lapis emas yang berdiri di sebuah laguna, di samping perahu batu upacara. Selesai dibangun pada 1958, masjid ini indah kapan saja dan tak terlupakan saat senja.

Rumah-rumah panggung berwarna cerah di Kampong Ayer di kaki bukit berhutan Pusat kota & sungai

Kampong Ayer

Sebuah kota di atas tiang di Sungai Brunei

Kampung air berusia berabad-abad dengan rumah kayu, sekolah, dan masjid yang dihubungkan titian, menghadap kota modern di seberang sungai. Menyeberanglah dengan taksi air seharga sekitar satu dolar dan mulailah dari Galeri Budaya & Pariwisata.

Pintu masuk berkubah Museum Royal Regalia di Bandar Seri Begawan Pusat kota & sungai

Museum Royal Regalia

Kereta kebesaran, mahkota, dan hadiah dari para pemimpin dunia

Museum berkubah di pusat kota yang dikhususkan bagi monarki: kereta berlapis emas yang dipakai dalam arak-arakan Yubileum Perak Sultan, perlengkapan penobatan, dan ruang demi ruang berisi hadiah dari para kepala negara.

Pengunjung berjalan di antara lapak makanan di dalam Pasar Malam Gadong yang beratap Pusat kota & sungai

Tamu Kianggeh & Pasar Malam Gadong

Tempat orang Brunei berbelanja di siang hari dan makan di malam hari

Dua pasar, dua suasana: lapak hasil bumi pagi hari di Tamu Kianggeh di tepi kanal pusat kota, dan Pasar Malam Gadong yang beratap, tempat sebagian besar jajanan dijual satu-dua dolar. Inilah tempat mencicipi nasi katok dan ambuyat.

Contoh rencana perjalanan

  • Satu hari: Masjid Omar Ali Saifuddien pada pagi hari, Museum Royal Regalia, makan siang, taksi air ke Kampong Ayer, lalu safari sungai saat senja dan makan malam di Pasar Malam Gadong.
  • Dua hari: tambahkan wisata sehari penuh ke Taman Nasional Ulu Temburong.
  • Tiga hari: tambahkan Masjid Jame’ Asr Hassanil Bolkiah, museum-museum Kota Batu, Tasek Lama, dan matahari terbenam di Empire di Jerudong.
  • Empat hari atau lebih: susuri pesisir ke Tutong dan Seria, atau bermalam di Temburong.

Hukum dan etiket setempat

Brunei ramah dan santai terhadap pengunjung, tetapi ini negara konservatif dengan hukum yang ketat, termasuk hukum pidana Syariah yang berjalan berdampingan dengan pengadilan sipil dan sebagian berlaku bagi non-Muslim dan orang asing. Pelancong yang bersikap tenggang rasa tidak akan menemui kesulitan. Hal-hal yang paling penting:

  • Alkohol: tidak dijual di mana pun — tidak di toko, restoran, maupun hotel. Pengunjung non-Muslim berusia 17 tahun ke atas boleh membawa masuk jatah terbatas (saat tulisan ini dibuat, dua botol anggur atau minuman keras dan dua belas kaleng bir) untuk konsumsi pribadi; jatah itu wajib dilaporkan ke bea cukai saat tiba. Minum di tempat umum adalah pelanggaran.
  • Tembakau dan vape: tidak ada jatah bebas bea untuk rokok, merokok dilarang di banyak tempat umum, dan ada pembatasan atas rokok elektrik. Cek aturan terkini sebelum membawa apa pun.
  • Narkoba: hukumannya amat berat dan mencakup hukuman mati bagi pengedar.
  • Busana: pakaian sopan diharapkan dari semua orang. Tutup bahu dan lutut di kota; masjid meminjamkan jubah. Baju renang hanya di kolam hotel.
  • Salat Jumat: menurut hukum, toko, restoran, dan kantor tutup dari sekitar pukul 12.00 sampai 14.00 setiap Jumat. Jalanan menjadi lengang; rencanakan berada di hotel atau sedang ikut tur.
  • Ramadan: makan, minum, atau merokok di tempat umum selama jam puasa adalah pelanggaran bagi semua orang, Muslim atau bukan. Restoran hanya melayani bungkus pada siang hari; hotel melayani tamu secara tertutup.
  • Perilaku pribadi: bermesraan di depan umum tidak disukai. Hubungan seksual di luar nikah dan hubungan sesama jenis ilegal menurut hukum Brunei. Mengkritik Sultan, keluarga kerajaan, atau Islam adalah pelanggaran serius.
  • Tata krama sehari-hari: lepas alas kaki sebelum masuk rumah dan masjid; gunakan tangan kanan untuk memberi dan menerima; tunjuk dengan ibu jari, bukan telunjuk; jangan menyentuh kepala orang. Banyak orang Brunei tidak berjabat tangan dengan lawan jenis — tunggu dan lihat apakah tangan diulurkan.
Cek sebelum berangkat: ini rangkuman untuk pelancong, bukan nasihat hukum. Bacalah imbauan perjalanan pemerintah Anda sendiri tentang Brunei menjelang keberangkatan, karena aturan dan penegakannya bisa berubah.

Uang

  • Mata uang: dolar Brunei (BND, ditulis B$) dipatok satu banding satu dengan dolar Singapura, dan uang kertas Singapura diterima dengan nilai setara di seluruh Brunei.
  • Kartu dan tunai: hotel, mal, dan restoran besar menerima kartu. Pasar, taksi air, bus, dan warung kecil hanya menerima tunai.
  • ATM: mudah ditemukan di pusat kota, Gadong, dan bandara.
  • Biaya: makanan lokal murah (sebungkus nasi katok sekitar satu dolar), hotel berharga menengah, dan tur serta transportasi privat menjadi pengeluaran utama.
  • Tip: tidak diharapkan. Sebagian hotel dan restoran menambahkan biaya layanan.

Makanan dan minuman

Masakan Brunei pada dasarnya Melayu, dengan pengaruh Tionghoa dan India. Carilah nasi katok (nasi, ayam goreng, dan sambal), ambuyat (pati sagu yang disantap dengan garpu bambu dan cocolan asam), sate, ikan bakar, sup mi soto, kelupis (gulungan ketan), dan aneka kuih manis yang tiada habisnya. Hampir semua restoran halal. Tanpa alkohol, budaya kafenya kuat: es teh tarik, jus segar, dan kopi enak di mana-mana.

Seporsi nasi katok berisi nasi, ayam goreng, sambal, dan mentimun di atas kertas
Nasi katok, makanan murah kegemaran Brunei.

Tempat terbaik untuk berburu jajanan adalah Pasar Malam Gadong dan Tamu Kianggeh; untuk makan di restoran, cobalah rumah makan di Gadong dan Kiulap atau kafe di tepi sungai.

Senampan kuih berbalut gula yang dijual di Pasar Malam Gadong
Kuih di Pasar Malam Gadong.

Keamanan dan kesehatan

  • Kejahatan jalanan sangat sedikit di Brunei dan negeri ini termasuk yang teraman di kawasan. Kewaspadaan biasa terhadap barang berharga sudah cukup.
  • Air keran diolah, tetapi kebanyakan pengunjung minum air kemasan atau air saring.
  • Risiko nyatanya adalah matahari, dehidrasi, dan jalur yang licin. Pakai losion antiserangga di hutan dan dekat hutan bakau.
  • Jangan berenang di sungai atau muara: ada buaya muara.
  • Layanan medis di ibu kota baik. Bawa asuransi perjalanan yang menanggung evakuasi.

Bahasa, konektivitas, dan hal praktis

  • Bahasa: bahasa Melayu adalah bahasa resmi; bahasa Inggris dipakai sangat luas, dan dialek-dialek Tionghoa lazim dalam perniagaan.
  • Kartu SIM: SIM turis dan eSIM dari operator lokal dijual di bandara dan di kota; bawa paspor Anda.
  • Listrik: 240 V, dengan colokan tiga pin gaya Inggris.
  • Zona waktu: UTC+8, sama dengan Singapura dan Malaysia.
  • Akhir pekan: kantor pemerintah tutup pada hari Jumat dan Minggu, bukan Sabtu.

Apa yang perlu dibawa

  • Pakaian ringan dan longgar yang menutup bahu dan lutut; selendang bagi perempuan yang mengunjungi masjid.
  • Pakaian lapis tipis untuk AC yang dingin.
  • Payung lipat atau jas hujan, tabir surya, dan topi.
  • Alas kaki yang mudah dilepas-pasang, plus sandal atau sepatu olahraga yang mencengkeram untuk Temburong.
  • Losion antiserangga, tas kedap air, dan baju renang untuk hutan hujan.

Ketersediaan terkini: pengalaman di Bandar Seri Begawan

Powered by GetYourGuide
Rencanakan hari-hari Anda di Brunei

Jadikan persinggahan di Bandar Seri Begawan kejutan terbaik perjalanan Borneo Anda

Berdiri di bawah kubah emas Masjid Omar Ali Saifuddien, menyeberang ke Kampong Ayer dengan taksi air, mencari bekantan di hutan bakau saat senja, dan naik melampaui kanopi hutan hujan di Ulu Temburong. Bandingkan pengalaman yang tersedia dan pesan dalam beberapa ketukan.

Perlu diketahui

Wisata Brunei: Tanya jawab

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah Brunei aman bagi wisatawan?

Ya. Tingkat kejahatan sangat rendah dan pengunjung diperlakukan dengan santun. Hal utama yang perlu disadari adalah hukum yang ketat soal alkohol, narkoba, dan perilaku di tempat umum.

Bolehkah saya membawa alkohol ke Brunei?

Pengunjung non-Muslim berusia 17 tahun ke atas boleh membawa jatah bebas bea yang terbatas — saat tulisan ini dibuat, dua botol anggur atau minuman keras dan dua belas kaleng bir — dan wajib melaporkannya saat tiba. Hanya untuk konsumsi pribadi; alkohol tidak dijual di negeri ini.

Apa yang sebaiknya saya kenakan di Bandar Seri Begawan?

Pakaian ringan yang menutup bahu dan lutut pantas bagi laki-laki maupun perempuan. Kerudung tidak diwajibkan bagi pengunjung kecuali di dalam masjid, dan di sana jubah dipinjamkan.

Apa yang terjadi pada hari Jumat?

Semuanya tutup untuk salat Jumat antara kira-kira pukul 12.00 dan 14.00, termasuk restoran dan toko. Masjid-masjid besar juga umumnya tertutup bagi pengunjung non-Muslim hampir sepanjang hari.

Bisakah saya memakai dolar Singapura di Brunei?

Bisa. Kedua mata uang dipatok setara dan uang kertas Singapura diterima di mana-mana; kembaliannya mungkin dalam dolar Brunei.

Apakah Brunei mahal?

Tidak semahal reputasinya. Makanan dan bahan bakar murah dan hotel kelas menengah sepadan dengan harganya; tur dan transportasi privat lebih mahal karena persaingannya sedikit.