Museum Royal Regalia (Muzium Alat Kebesaran Diraja) adalah museum paling ramai dikunjungi di ibu kota dan cara tercepat memahami betapa sentralnya monarki bagi Brunei. Museum ini menempati gedung berkubah yang khas di pusat kota dan dibuka pada 1992 untuk menandai Yubileum Perak naik takhtanya Sultan Hassanal Bolkiah.
Di dalamnya tersimpan benda-benda upacara kerajaan: kereta berlapis emas raksasa yang membawa Sultan diarak di jalan-jalan saat Yubileum, dikelilingi barisan patung berseragam dengan tombak dan perisai; rekonstruksi penobatan 1968; mahkota, senjata upacara, dan busana; serta galeri demi galeri hadiah persembahan pemerintah asing.
Hal terbaik untuk dilakukan di Museum Royal Regalia
Lihat kereta Yubileum Perak
Pusat perhatiannya memenuhi aula di bawah kubah: kereta raksasa yang ditarik dengan tangan melintasi kota pada 1992, dipamerkan bersama perlengkapan kebesaran yang dibawa dalam arak-arakan itu. Inilah satu-satunya bagian museum yang biasanya memperbolehkan pemotretan.
Ikuti kisah penobatan
Galeri di lantai atas mengulas masa muda Sultan, pendidikannya, dan penobatan 1968, lengkap dengan tata singgasana, payung kerajaan, dan busana upacara para pejabat istana.
Telusuri hadiah kenegaraan
Presiden, raja, dan perdana menteri telah menghadiahkan benda-benda luar biasa kepada penguasa Brunei — maket masjid dan kuil dari kristal dan logam mulia, senjata hias, vas, dan lukisan. Rasanya seperti tur tak terduga ke dunia diplomasi.
Tengok bangunan di sekitarnya
Museum ini berada di kawasan pemerintahan: Lapau lama (balai upacara) dan Pusat Sejarah Brunei ada di sebelahnya, dan Masjid Omar Ali Saifuddien sekitar sepuluh menit berjalan kaki.

Cara menuju Museum Royal Regalia
- Berjalan kaki: museum ini terletak di Jalan Sultan di pusat kota, sekitar sepuluh menit berjalan kaki ke utara dari tepi sungai.
- Dengan Dart atau taksi: sebutkan “Royal Regalia” atau “Bangunan Alat Kebesaran Diraja”.
- Dengan tur: sebagian tur kota berpemandu singgah di sini; kalau tidak, mudah saja menambahkannya sendiri sebelum atau sesudah tur.
Tips orang dalam
- Anda wajib melepas alas kaki di pintu masuk, dan tas, kamera, serta ponsel biasanya dititipkan di loker gratis sebelum masuk ke galeri dalam.
- Masuknya gratis selama bertahun-tahun; belakangan berlaku tiket bertarif ringan untuk pengunjung asing. Bawa beberapa dolar tunai dan cek tarif terkini di pintu.
- Museum biasanya buka setiap hari sekitar pukul 09.00 sampai 17.00, dengan jeda di sekitar salat Jumat. Jam buka lebih pendek selama Ramadan.
- AC-nya dingin — pelarian yang melegakan di tengah hari, tetapi bawalah pakaian lapis yang tipis.
Tur & tiket terbaik untuk Museum Royal Regalia
Pengalaman berikut adalah cara termudah untuk melihat Museum Royal Regalia:
Tur kota berpemandu mulai €187 Bandar Seri Begawan: Tur Kota Berpemandu dengan Kampung Air
Perkenalan paling lengkap dengan ibu kota yang bisa dipesan di muka. Pemandu mengajak Anda ke Masjid Jame’ Asr Hassanil Bolkiah, menyusuri Sungai Brunei dengan perahu, dan singgah di rumah sebuah keluarga di Kampong Ayer untuk minum teh dan makan kue.
- Mengunjungi Masjid Jame’ Asr Hassanil Bolkiah
- Naik perahu di Sungai Brunei
- Teh dan kue di rumah warga Kampong Ayer
Tur grup kecil Bandar Seri Begawan: Tur Kampong Ayer dan Safari Sungai
Tur berpemandu dalam grup kecil di Kampong Ayer, yang kerap dijuluki permukiman rumah panggung terbesar di dunia. Anda mengenal sejarah kampung ini dan menyeberangi titiannya, lalu berangkat untuk safari sungai melihat bekantan.
- Jalan kaki berpemandu di Kampong Ayer
- Mengenal sejarah kampung air di atas titiannya
- Safari sungai untuk melihat bekantan
Lokakarya mulai €20 Brunei: Lokakarya Melukis Batik dengan Bahan Tersedia
Lokakarya praktik seni batik. Anda mempelajari teknik tradisional membubuhkan malam dan pewarna pada kain serta membuat karya sendiri untuk disimpan.
- Sesi batik langsung praktik
- Belajar membubuhkan malam dan pewarna pada kain
- Bahan termasuk; karya dibawa pulang



