Kampong Ayer — secara harfiah “kampung air” — adalah gugusan permukiman yang dibangun di atas tiang di Sungai Brunei, tepat di seberang pusat kota modern. Orang telah tinggal di sini selama berabad-abad: ketika pencatat ekspedisi Magellan, Antonio Pigafetta, berkunjung pada 1521, ia melukiskan sebuah kota besar yang dibangun di atas air. Sepanjang sebagian besar sejarah Brunei, inilah ibu kotanya.
Kini kampung ini dihuni kira-kira sepuluh ribu orang (jumlahnya menurun seiring keluarga pindah ke darat), yang tinggal di puluhan kampung yang dihubungkan berkilo-kilometer titian kayu dan beton. Kampung ini punya sekolah, masjid, klinik, kantor polisi, dan pos pemadam kebakaran sendiri, serta rumah-rumah berlistrik, berair ledeng, dan ber-AC. Ini komunitas yang hidup, bukan museum — dan justru itulah yang membuatnya layak dikunjungi.
Hal terbaik untuk dilakukan di Kampong Ayer
Menyeberang dengan taksi air
Perahu cepat kayu berukuran kecil, yang oleh warga disebut perahu tambang, menunggu di dermaga-dermaga sepanjang tepi sungai. Lambaikan tangan dan Anda tiba di seberang dalam satu-dua menit. Ongkos penyeberangan singkat ini sekitar B$1 per orang; sepakati dulu sebelum naik.
Mulai dari Galeri Budaya & Pariwisata
Tepat di seberang tepi sungai kota, Galeri Budaya & Pariwisata Kampong Ayer menjelaskan sejarah, kerajinan, dan kehidupan sehari-hari kampung ini dalam beberapa ruangan kecil, dan memiliki menara pandang di atas atap-atap rumah. Selama ini masuknya gratis; galeri umumnya tutup sekitar tengah hari pada hari Jumat.
Menyusuri titian
Dari galeri Anda bisa berjalan jauh di sepanjang jalur panggung, melewati rumah bercat aneka warna, pot tanaman, kucing, dan parabola. Bersikaplah sopan, tetap di jalur umum, dan minta izin sebelum memotret orang atau bagian dalam rumah.
Ikut tur perahu atau berkunjung ke rumah warga
Kampung ini terlalu luas untuk dilihat dengan berjalan kaki. Satu jam naik perahu memperlihatkan rumah-rumah baru buatan pemerintah, sekolah, dan masjid, dan tur berpemandu bisa mencakup minum teh dan makan kue di rumah sebuah keluarga — cara paling berkesan untuk memahami tempat ini.

Cara menuju Kampong Ayer
- Dengan taksi air: dari dermaga mana pun di tepi sungai kota (dekat Jalan McArthur dan kompleks Yayasan). Perahu beroperasi dari pagi buta hingga larut malam.
- Dengan tur: tur kota dan safari sungai hampir selalu melewati Kampong Ayer, dan sebagian berhenti untuk berjalan-jalan.
- Lewat darat dan berjalan kaki: sebagian kampung di sisi kota bisa dicapai lewat jembatan pejalan kaki dari dekat Masjid Omar Ali Saifuddien.
Tips orang dalam
- Untuk perjalanan perahu privat yang lebih lama, sepakati harga dan durasinya lebih dulu. Sebagai gambaran kasar, perkirakan puluhan dolar per perahu per jam, bukan per orang; tarifnya bisa ditawar.
- Titian bisa tidak rata dan sebagian ruas tidak berpagar. Kenakan alas kaki yang layak dan awasi anak-anak dengan saksama.
- Datanglah pagi atau sore hari; hampir tidak ada peneduh pada tengah hari.
- Berpakaianlah sopan, seperti di kawasan permukiman mana pun di Brunei.
Tur & tiket terbaik untuk Kampong Ayer
Pengalaman berikut adalah cara termudah untuk melihat Kampong Ayer:
Tur grup kecil Bandar Seri Begawan: Tur Kampong Ayer dan Safari Sungai
Tur berpemandu dalam grup kecil di Kampong Ayer, yang kerap dijuluki permukiman rumah panggung terbesar di dunia. Anda mengenal sejarah kampung ini dan menyeberangi titiannya, lalu berangkat untuk safari sungai melihat bekantan.
- Jalan kaki berpemandu di Kampong Ayer
- Mengenal sejarah kampung air di atas titiannya
- Safari sungai untuk melihat bekantan
Tur kota berpemandu mulai €187 Bandar Seri Begawan: Tur Kota Berpemandu dengan Kampung Air
Perkenalan paling lengkap dengan ibu kota yang bisa dipesan di muka. Pemandu mengajak Anda ke Masjid Jame’ Asr Hassanil Bolkiah, menyusuri Sungai Brunei dengan perahu, dan singgah di rumah sebuah keluarga di Kampong Ayer untuk minum teh dan makan kue.
- Mengunjungi Masjid Jame’ Asr Hassanil Bolkiah
- Naik perahu di Sungai Brunei
- Teh dan kue di rumah warga Kampong Ayer
Tur perahu privat mulai €56 Pelayaran Satwa Liar Brunei-Muara oleh Cuti Brunei
Pelayaran grup privat melewati Kampong Ayer dan terus ke hutan bakau yang sunyi, dengan peluang melihat bekantan dan buaya serta pemandangan istana kerajaan. Jemputan dan satu kali makan tercantum sebagai sudah termasuk.
- Menjelajahi Kampong Ayer dan melihat kehidupan tradisional
- Hutan bakau yang tenang dengan bekantan dan buaya
- Pemandangan istana kerajaan



