Langsung ke konten
Gedung putih Museum Teknologi Melayu di Kota Batu

Museum-Museum Kota Batu

Museum Teknologi Melayu dan Museum Maritim di lokasi ibu kota lama

Sekitar lima kilometer ke hilir dari pusat kota, Kota Batu adalah ibu kota kekaisaran Brunei pada puncak kejayaannya di abad kelima belas dan keenam belas. Makam Sultan Bolkiah, Sultan kelima, yang pada masanya pengaruh Brunei mencapai puncak, berdiri di sini di tepi sungai, dan lereng bukitnya merupakan taman arkeologi.

Dua museum yang layak dikunjungi berbagi lokasi ini. Museum Teknologi Melayu memperlihatkan cara orang Brunei membangun rumah dan perahu, menangkap ikan, mengolah logam, dan menenun kain, lewat rekonstruksi seukuran aslinya. Museum Maritim Brunei Darussalam, dibuka pada 2015, memamerkan muatan kapal dagang yang tenggelam di lepas pantai sekitar 500 tahun silam. Museum Brunei yang lebih tua di sebelahnya sudah lama ditutup untuk renovasi; cek apakah sudah dibuka kembali.

Hal terbaik untuk dilakukan di Museum-Museum Kota Batu

Susuri rumah-rumah kampung air

Galeri pertama Museum Teknologi Melayu merekonstruksi beragam gaya rumah Kampong Ayer dari abad kesembilan belas dan kedua puluh — pendamping ideal bagi kunjungan ke kampung aslinya.

Lihat kerajinan tradisional dalam ukuran asli

Galeri berikutnya memperlihatkan pembuatan perahu, cara menangkap ikan, kerajinan emas dan perak, pengecoran kuningan, dan tenun kain, serta hunian suku-suku pedalaman seperti Kedayan, Dusun, Murut, dan Penan.

Temukan kapal karam Brunei

Ditemukan secara kebetulan saat survei lepas pantai pada 1997, bangkai kapal ini menghasilkan ribuan keping keramik Tiongkok, Vietnam, dan Thailand. Museum Maritim menjelaskan penggaliannya dan apa yang terungkap tentang posisi Brunei di jalur dagang lama.

Ziarah ke makam kerajaan

Makam Sultan Bolkiah berada di taman kecil di tepi jalan utama, tak jauh berjalan kaki dari museum.

Pintu masuk melengkung Museum Maritim Brunei DarussalamRekonstruksi interior rumah tradisional di Museum Teknologi Melayu

Cara menuju Museum-Museum Kota Batu

  • Dengan Dart atau taksi: sekitar sepuluh menit ke timur dari pusat kota menyusuri Jalan Kota Batu. Atur kendaraan pulang Anda, karena taksi yang lewat jarang.
  • Dengan bus: sebuah rute bus kota pernah melayani Kota Batu dari terminal bus pusat; tanyakan di sana nomor terkini dan jam bus terakhir kembali.
  • Dengan taksi air: tukang perahu bersedia mengantar Anda ke hilir dari tepi sungai dengan ongkos hasil tawar-menawar — cara tiba yang menyenangkan.

Tips orang dalam

  • Museum umumnya buka pagi dan siang, dengan jeda panjang pada hari Jumat untuk salat; jam buka lebih pendek selama Ramadan.
  • Tiket masuknya selama ini gratis atau sangat murah. Alas kaki dilepas di beberapa pintu masuk.
  • Sediakan sekitar dua jam untuk kedua museum. Makanan nyaris tidak ada di lokasi — makanlah sebelum datang.
  • Kedua gedung berjarak beberapa menit berjalan kaki di lereng; Museum Teknologi Melayu berada di bawah, dekat sungai.

Tur & tiket terbaik untuk Museum-Museum Kota Batu

Pengalaman berikut adalah cara termudah untuk melihat Museum-Museum Kota Batu:

Kubah-kubah emas Masjid Jame’ Asr Hassanil Bolkiah di atas tamannya Tur kota berpemandu mulai €187
🕒 4,5 jam 📍 Dari Hotel di Bandar Seri Begawan ⭐ 5.0 (2)

Bandar Seri Begawan: Tur Kota Berpemandu dengan Kampung Air

Perkenalan paling lengkap dengan ibu kota yang bisa dipesan di muka. Pemandu mengajak Anda ke Masjid Jame’ Asr Hassanil Bolkiah, menyusuri Sungai Brunei dengan perahu, dan singgah di rumah sebuah keluarga di Kampong Ayer untuk minum teh dan makan kue.

  • Mengunjungi Masjid Jame’ Asr Hassanil Bolkiah
  • Naik perahu di Sungai Brunei
  • Teh dan kue di rumah warga Kampong Ayer
Rumah-rumah panggung berwarna cerah di Kampong Ayer di kaki bukit berhutan Tur grup kecil
🕒 3 jam 📍 Dari Bandar Seri Begawan

Bandar Seri Begawan: Tur Kampong Ayer dan Safari Sungai

Tur berpemandu dalam grup kecil di Kampong Ayer, yang kerap dijuluki permukiman rumah panggung terbesar di dunia. Anda mengenal sejarah kampung ini dan menyeberangi titiannya, lalu berangkat untuk safari sungai melihat bekantan.

  • Jalan kaki berpemandu di Kampong Ayer
  • Mengenal sejarah kampung air di atas titiannya
  • Safari sungai untuk melihat bekantan

Ketersediaan terkini: tur di sekitar Museum-Museum Kota Batu

Powered by GetYourGuide
Rencanakan hari-hari Anda di Brunei

Jadikan persinggahan di Bandar Seri Begawan kejutan terbaik perjalanan Borneo Anda

Berdiri di bawah kubah emas Masjid Omar Ali Saifuddien, menyeberang ke Kampong Ayer dengan taksi air, mencari bekantan di hutan bakau saat senja, dan naik melampaui kanopi hutan hujan di Ulu Temburong. Bandingkan pengalaman yang tersedia dan pesan dalam beberapa ketukan.

Perlu diketahui

Tanya jawab Museum-Museum Kota Batu

Pertanyaan yang sering diajukan

Layakkah museum-museum Kota Batu didatangi?

Ya, bila Anda punya hari kedua atau ketiga. Keduanya menambah latar sejarah yang tidak ada di pusat kota, dan jarang ramai.

Apakah Museum Brunei buka?

Museum itu sudah ditutup untuk renovasi selama beberapa tahun. Tanyakan kabar terbarunya di tempat.

Bisakah digabung dengan Kampong Ayer?

Mudah saja: sewa taksi air untuk membawa Anda melewati kampung itu lalu lanjut ke Kota Batu.